Header Ads

SEBUAH SENI UNTUK BERSIKAP BODO AMAT (BAB I) BAGIAN 3



Image result for sebuah seni untuk bersikap bodo amat pdf

Ada sebuah ungkapan di Texas: "Anjing mungil menggongong paling keras." Seorang yang percaya diri tidak perlu membuktikan kalau ia percaya diri. Seorang wanita kaya tidak merasa perlu untuk meyakinkan seorangpun kalau ia kaya. Entah anda seperti itu atau tidak. Dan jika anda setiap saat memimpikan sesuatu, anda sebenarnya sedang menguatkan realitas bawah sadar anda, lagi dan lagi: Bahwa anda bukan itu.

Setiap iklan TV yang diproduksi ingin agar anda percaya bahwa kunci suatu kehidupan yang lebih baik adalah pekerjaan yang lebih baik, atau mobil yang lebih mewah, atau pacar yang lebih cantik , atau hot tub dengan kolom pompa untuk anak-anak. Dunia secara konstan mencecar anda bahwa jalan menuju kehidupan yang lebih baik adalah lebih, lebih---beli lebih banyak, dapatkan lebih banyak, buat lebih banyak bercinta lebih banyak, jadi lebih dan lebih. Anda secara konstan dibombardir dengan pesan untuk memperdulikan apa saja. Berfikir untuk membeli TV baru. Liburan ke distinasi yang lebih baik dari pada rekan kerja anda. Beli ornamen teman baru. Bahkan anda dipertimbangkan untuk membeli tongsis yang cocok. 

Mengapa? dugaan saya: Karena membeli lebih banyak barang baik untuk bisnis.

Dan walau memang tidak ada yang salah dari sisi bisnis, masalahnya justru: memedulikan terlalu banyak hal akan berakibat buruk untuk kesehatan mental anda. Ini membuat anda menjadi terlalu terikat pada hal-hal yang dangkal dan palsu, anda membiarkan hidup anda demi mengejar fatamorgana kebahagiaan dan kepuasan. Kunci untuk kehidupan yang lebih baik bukan tentang memedulikan lebih banyak hal; tapi tentang memedulikan hal sederhana saja, hanya memedulikan apa yang benar dan mendesak dan penting.


Ironisnya, pengarahan pada hal-hal seperti ini---taentang apa yang lebih baik, apa yang lebih unggul---hanya akan menginginkan diri kita lagi dan lagi tentang kegagalan kita, kekurangan kita, apa yang seharusnya kita lakukan namun gagal kita wujudkan bagaimanapun, jika seorang sungguh bahagia, ia tidak akan merasa perlu untuk berdiri di depan cermin  dan mengulang-ngulang ucapan kalau ia bahagia. Ia bahagia, ya bahagia begitu saja.

No comments

Powered by Blogger.